Agustus 28, 2026 3:52 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:52 AM

Category: Siaran Pers

Untuk kemudahan, silahkan dapat memanfaatkan fitur penyaring yang telah disediakan pada bagian bawah. SELECT YEAR membatasi penampilan data pada tahun tertentu saja. Adapun jumlah halaman yang terletak pada bagian bawah, tidak merepresentasikan jumlah data pada tahun yang telah diseleksi pada SELECT YEAR, melainakn jumlah keseluruhan data yang terdapat pada kategori ini.

Select Year
Bogor, 09 Desember 2008. Telapak menemukan indikasi ketidakseriusan Pemerintah dalam penanggulangan penebangan liar dan perdagangan kayu illegal derta penghancuran hutan di Papua melalui terbitnya berbagai kebijakan aturan perdagangan, pemberian dispensasi ekspor, upaya pembukaan kembali kran ekspor kayu bulat, serta upaya pelemahan standar verifikasi legalitas kayu. Indikasi ini hampir seluruhnya terkait dengan produk kayu dari wilayah Papua, terutama jenis Merbau (Instia spp.) dan kebijakan pemerintah Papua yang berupaya melindungi hutannya dari kehancuran. Pada bulan April 2008, Pemerintah menerbitkan sebuah kebijakan yang kontroversial berupa dispensasi terhadap larangan ekspor kayu gergajian pada tiga perusahaan yang berbasis di Surabaya, yaitu Surabaya Trading & Co.,.....
JAKARTA, 28 NOVEMBER 2007: Launching kompilasi film unik ini menggambarkan dampak hadirnya perusahaan kayu dan sawit di Papua, sekaligus juga menunjukkan peningkatan upaya dan peran serta masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan terkait pemanfaatan hutan mereka. Kompilasi yang terdiri atas 4 (empat) film ini di-launching sehubungan agenda besar konsolidasi masyarakat sipil Papua yang bertema “Selamatkan Manusia dan Hutan Papua”. Seluruh proses pembuatan film ini dilakukan oleh LSM-LSM Papua dan bekerjasama dengan masyarakat lokal yang merasakan dampak hadirnya industri kayu dan sawit. Papua, pemilik hutan terluas di Asia Pasifik, merupakan salah satu tempat paling beragam masyarakat adatnya di dunia dan yang masih.....
Jakarta, 28 Maret 2007 - Salah satu dari kejahatan lingkungan terbesar di dunia terus berlanjut di Indonesia karena upaya pemerintah untuk menghentikan illegal logging dimentahkan oleh sistem peradilan yang lemah dan korup, demikian diungkapkan oleh para aktivis lingkungan hari ini. Sebuah laporan terbaru yang diluncurkan oleh Telapak dan the Environmental Investigation Agency (EIA) berjudul “The Thousand Headed Snake” mengekspos bagaimana korupsi dan kolusi di semua jenjang sistem peradilan berlangsung, dari polisi, jaksa sampai hakim, mereka berkonspirasi untuk memastikan bahwa dalang utama dibalik illegal logging di Indonesia tetap hidup bebas........
Jakarta, 4 April 2006, Konsumen pengguna lantai kayu merbau di Eropa dan Amerika telah disesatkan oleh pengecer besar dan pemegang merk lantai kayu terkemuka untuk membeli kayu ilegal yang dicuri dari hutan di Indonesia tepatnya dari propinsi Papua - demikian diungkapkan oleh Telapak dan Environmental Investigation Agency (EIA) hari ini. Laporan terbaru dari Telapak dan EIA yang berjudul "Behind the Veneer" menyingkap bagaimana para pengecer terkemuka di seluruh Eropa dan Amerika telah melakukan klaim pro-lingkungan yang menyesatkan dalam penjualan merk lantai kayu ternama yang terbuat dari merbau, sementara mereka sendiri bahkan tidak dapat membuktikan apakah bahan bakunya berasal dari sumber.....
Kuala Lumpur, 7 Mei 2004: Pemerintah Malaysia terus menutup mata ketika para pedagang Malaysia memindahkan kayu curian Indonesia ke seluruh negeri, Badan Investigasi Lingkungan (EIA) dan mitra Indonesia yang diungkapkan Telapak hari ini. Bukti baru yang diberikan oleh kedua kelompok hijau tersebut tampaknya akan memicu kembali perdebatan tentang peran Malaysia dalam mencuci kayu ilegal karena komitmen pemerintah untuk menekan perdagangan gelap terekspos sebagai janji kosong. Sementara itu hutan tropis Indonesia yang berharga sedang dihancurkan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya......
4 Februari 2004, Jakarta: Telapak dan Environmental Investigation Agency (EIA) hari ini mengungkapkan adanya sindikat penyelundup besar yang berbasis di Malaysia yang selama ini memperdagangkan kayu langka asal Indonesia yang bernilai puluhan juta dolar di pasar internasional. Dalam sebuah laporan terbaru yang diluncurkan hari ini, yang berjudul “ Profiting from Plunder”, Telapak/EIA menjelaskan bagaimana ramin, kayu langka dari Indonesia, yang terlarang untuk ekspor, diselundupkan lewat laut dari Sumatra ke Pelabuhan Pasir Gudang di Johor Baru , Malaysia. Di sana kayu olahan dikeringkan dan diberi sertifikat asal-usul yang palsu, sebelum dikemas dalam kontainer dan dikapalkan ke Hong Kong, Cina. Setibanya di.....

Dengan mendaftar ke mailist, anda menyetujui untuk mendapatkan pemberitahuan email baik berita, penawaran, dan informasi lain dari Kaoem Telapak. Klik di sini untuk melihat kebijakan Kebijakan Privasi kami. Tautan keluar dari mailist disertai pada setiap email.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.