Untuk menyediakan nikel bagi industri otomotif, perusahaan pertambangan PT Wijaya Intan Nusantara Mining (PT WIN), yang dimiliki oleh Frans Salim Kalalo, mengerukan ore nikel hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari pemukiman warga Torobulu dan sangat dekat dengan jalan poros. Hal ini menyebabkan debu tebal yang terus menerus beterbangan di atas pemukiman penduduk. Dua sumber mata air warga yang telah rusak, tanaman padi menjadi rusak apabila di musim hujan. Warga memprotes karena tidak ingin peristiwa longsor terulang......

