Agustus 28, 2026 3:24 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:24 AM

Enam Tahun Maklumat Sarongge : Konsolidasi Anggota Perkumpulan Penting

Oleh : Teguh Iman Affandi

Desa Sarongge, Cianjur, Kabupaten Jawa Barat, menjadi saksi pertemuan sekelompok aktivis lingkungan yang gelisah akan situasi gerakan perlindungan lingkungan. Kegelisahan akan mencuatnya motif ekonomi dalam gerakan, monopoli pengetahuan, menurunnya akuntabilitas dalam organisasi membuat para aktivis itu berkumpul pada 27 Mei 2016. Pertemuan ini menghasilkan satu maklumat yang dikenal sebagai Maklumat Sarongge.

Wishnu Tirta, Wakil Presiden Kaoem Telapak periode 2021 – 2025 menuturkan  bahwa momen pada 27 Mei 2016 itu merupakan momen yang penting bagi Kaoem Telapak. “Maklumat Sarongge merupakan refleksi fundamental ideologi terhadap dinamika organisasi dalam menjaga roh dan cita-cita perkumpulan,” ungkapnya.  

Setelah pembacaan Maklumat Sarongge, Perkumpulan Kaoem Telapak pun didirikan. Lahirnya organisasi ini bertujuan untuk memperkuat Gerakan Telapak yang bercita-cita mewujudkan keadilan antarunsur alam dan antargenerasi dalam pengelolaan sumber daya hayati.  Kelompok petani, neyalan, dan masyarakat adat adalah tiga konstituen utama dari gerakan ini. Konstituen yang akan selalu menjadi mitra Gerakan Telapak  dalam melawan segala bentuk ketidak-adilan, penindasan, serta perampasan hak asasi manusia.

Enam tahun berlalu, Kaoem Telapak tetap konsisten berjuang mewujudkan amanat dalam Maklumat Sarongge. Beberapa perwujudan itu  dapat dilihat dalam bentuk kerja-kerja kampanye, penguatan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), penguatan sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO), dan pemberdayaan masyarakat, baik itu dari kelompok nelayan, petani, ataupun masyarakat adat.

Meskipun begitu, Wishnu Tirta menyadari bahwa berbagai praktik destruktif dalam pengelolaan alam masih ditemui. Pembalakan hutan secara liar, pencemaran sungai, jual-beli satwa langka, masih  kerap dijumpai di Indonesia. “Oleh karenanya, konsolidasi anggota perkumpulan untuk bergerak bersama konstituen petani, nelayan, dan masyarakat adat perlu terus didorong,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dengan mendaftar ke mailist, anda menyetujui untuk mendapatkan pemberitahuan email baik berita, penawaran, dan informasi lain dari Kaoem Telapak. Klik di sini untuk melihat kebijakan Kebijakan Privasi kami. Tautan keluar dari mailist disertai pada setiap email.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.