Hari Nelayan Nasional 2021: Kaoem Telapak Berharap Kesejahteraan Nelayan Kecil dan Tradisional Meningkat

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas wilayah lautnya lebih besar daripada luas daratannya. Hampir dua per tiga wilayah Indonesia terdiri dari lautan, dan terdapat lebih kurang 17.500 pulau besar dan kecil dengan garis pantai yang panjangnya hampir 81.000 km dan merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.

Melihat potensi yang dimiliki negeri ini, tak heran bila rata-rata masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir bermata pencaharian sebagai nelayan. Secara umum nelayan diartikan sebagai orang yang mata pencahariannya menangkap ikan di laut. Kesejahteraan ekonomi nelayan sangat bergantung pada sumberdaya perikanan baik perikanan tangkap di laut maupun budidaya. Adapun jumlah nelayan yang terdata pada Satu Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) per 23 Maret 2020 berjumlah 1.459.874 orang.

Setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Nelayan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan protein dan gizi masyarakat Indonesia melalui hasil laut. Diberitakan oleh beberapa media daring bahwa hari nelayan merupakan tradisi turun-temurun untuk mengungkapkan syukur atas kesejahteraan hidup yang diberikan.

Dikutip dari artikel kumparan.com, menurut Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, setiap 6 April masyarakat di Pelabuhan Ratu Sukabumi, Jawa Barat mengadakan upacara Labuh Saji. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara agar rakyat mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan. Upacara ini diisi dengan tarian tradisional dan pelepasan sajen ke laut dengan harapan agar hasil tangkapan nelayan semakin meningkat. 

Sayangnya kekayaan laut yang dimiliki negeri ini berbanding terbalik dengan kondisi kesejahteraan nelayan. Penduduk miskin di Indonesia Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang (BPS-Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2020).

Ery Damayanti, Anggota Kaoem Telapak mengungkapkan bahwa kesejahteraan nelayan Indonesia terbilang masih rendah, terutama bagi nelayan kecil.   Menurutnya ada 2 hal utama yang dihadapi nelayan kecil antara lain: 1) tidak adanya alat tangkap yang layak; 2) ketidakpastian harga yang adil bagi nelayan kecil.

“Dua per tiga wilayah Indonesia adalah laut, tentu saja profesi nelayan merupakan profesi yang sangat penting di negeri ini. Melihat kondisi yang terjadi, terutama bagi nelayan kecil maka Kaoem Telapak mengusulkan untuk (1) membangun sentra-sentra pengolahan ikan di wilayah pulau kecil dan pesisir yang kaya dengan ikan; (2) memberi bantuan dan pelatihan bagi nelayan untuk bisa mengolah secara optimal,” ujar Ery.

Hari Nelayan Indonesia menjadi pengingat untuk bersyukur terhadap hasil tangkapan sekaligus pendorong untuk memajukan kesejahteraan nelayan.

Mardi Minangsari, Presiden Kaoem Telapak berharap di hari Nelayan Nasional 2021 nelayan kecil dan nelayan tradisional mendapatkan perhatian, layanan dan perlindungan dari pemerintah.

“Selamat Hari Nelayan Nasional 2021. Semoga nelayan Indonesia terutama nelayan tradisional mendapatkan perhatian, layanan dan perlindungan dari pemerintah sehingga produktivitas bertambah dan kesejahteraan meningkat,” ucap Minang.

Penulis: S. R. Megumi

Sumber pendukung:

Anugerah Nontji. 1997. Laut Indonesia

kkp.go.id/brsdm/puslatluh/artikel

BPS-Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2020

https://kumparan.com/berita-hari-ini/arti-penting-hari-nelayan-indonesia-yang-dirayakan-setiap-6-april-1vUikR4KUxU

https://kkp.go.id/brsdm/puslatluh/artikel/18220-sukseskan-program-pemerintah-brsdm-djpt-sosialisasikan-juknis-bantuan-premi-asuransi-nelayan-2020

NEXUS OF WORK:

CAMPAIGN:

ABOUT US

Perkumpulan Kaoem Telapak

About Maklumat Sarongge

Privacy Policy

Terms of Use

OUR SITE

Agenda

Forest Campaign

Palm Oil Campaign

Publication

Podcast

JOIN US

Subcribe

Career

Donation