Sebagai anggota Kaoem Telapak asal Cilegon, keterlibatan Panji Wijaya dalam isu ruang hidup berawal dari pemetaan wilayah adat di Kalimantan. Kepulangannya ke kampung halaman pada tahun 2016 awalnya sekadar untuk berlibur. Namun, sebuah musibah kecelakaan yang dialaminya memaksanya urung kembali ke Palangkaraya dan memutuskan untuk menetap di Banten. Keputusan menetap ini justru membawanya melihat lebih dekat realitas krisis energi di tanah kelahirannya. Sebelum sepenuhnya terjun dalam kerja pendampingan masyarakat Banten, Panji sempat bekerja di bagian bongkar muat batubara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya pada periode 2017 hingga 2019. Pengalaman menjadi "orang dalam" ini memberikannya sudut pandang yang berbeda mengenai.....
Pembaharuan Terkini
Select Year
Bagi Masyarakat Adat, tanah adalah warisan leluhur yang sudah ada jauh sebelum negara berdiri. Mereka tidak membutuhkan peta untuk tahu di mana batas hutan, bukit, atau sungai tempat mereka menggantungkan hidup. Namun, hukum administratif kerap melihat tanah yang tak tercatat sebagai ruang kosong milik negara—bahkan lebih jauh lagi, negara dapat mengalihfungsikan ruang kosong tersebut sebagai area konsesi bagi korporasi—tanpa melihat lebih teliti apakah benar tanah tersebut memang tidak berpenghuni. Tanpa adanya pengakuan Tanah Adat di mata hukum, ruang hidup Masyarakat Adat rentan tergerus oleh klaim sepihak yang dilakukan oleh negara. "Di negara ini, yang namanya wilayah adat itu tidak dianggap......
Tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai tentu menjadi pemandangan yang meresahkan bagi siapa saja, tak terkecuali bagi Hari Yanto. Namun, alih-alih berhenti pada rasa prihatin, pria asal Jawa Timur yang akrab disapa Harkuk ini memilih mengubah keresahannya menjadi aksi nyata. Dari Bogor, ia turun langsung ke lapangan dan memotori sebuah gerakan akar rumput yang panjang dan berliku demi menyelamatkan ekosistem sungai......
Di Sukabumi, Jawa Barat, sosok Muhamad Kosar tak hanya dikenal sebagai pendamping, tapi juga sebagai kawan seperjuangan bagi para petani yang terpinggirkan oleh batas kawasan konservasi. Sebagai anggota Kaoem Telapak yang menjadi penggerak di Yayasan Aksi Konservasi Bersama Rakyat (Aksara), Kosar telah menghabiskan waktu bertahun-tahun merajut kembali harapan para petani di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Baginya, hutan bukan sekadar deretan pohon, melainkan ruang hidup yang harus dikelola dengan martabat......

