Agustus 28, 2026 3:52 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:52 AM

EUDR Berpotensi Kembali Ditunda, Komitmen Bebas Deforestasi Uni Eropa Dipertanyakan

Tanggal 23 September 2025 kemarin, Komisioner Lingkungan Uni Eropa menyampaikan wacana penundaan penerapan aturan bebas deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation-Free Regulation/EUDR) selama 12 bulan, terhitung dari 31 Desember 2025.

Ini menandakan adanya potensi penundaan EUDR untuk yang kedua kalinya sejak EUDR pertama kali ditunda pada Desember 2024 hingga 30 Desember 2025.

Melalui sebuah video konferensi yang tayang di situs Komisi Uni Eropa, komisioner Lingkungan Uni Eropa, Jessika Roswall menyatakan bahwa sistem Teknologi Informasi (IT) yang belum siap beroperasi menjadi alasan adanya potensi penundaan kedua EUDR.

Lebih lanjut, ia menegaskan penundaan ini untuk menghindari ketidakpastian bagi otoritas, mengurangi kesulitan operasional bagi pemangku kepentingan di Uni Eropa atau negara ketiga, dan memperbaiki sejumlah risiko yang mereka identifikasi.

Jika wacana penundaan kedua ini benar-benar diadopsi oleh Komisi Uni Eropa, maka hal tersebut akan menjadi insiden terburuk sepanjang sejarah komitmen keberlanjutan Uni Eropa.

Pernyataan ini bukan hanya memunculkan pertanyaan serius mengenai komitmen hijau mereka dalam memberantas deforestasi, tetapi juga memberi dampak buruk bagi aksi global dan komitmen Uni Eropa untuk menyelamatkan hutan dunia.

Oleh karena itu, Kaoem Telapak memandang bahwa pernyataan ini adalah kemunduran serius yang mempertaruhkan komitmen EU dalam menekan deforestasi global akibat impor komoditas hutan dari berbagai negara menuju pasar Uni Eropa. Dalam konteks Indonesia, komoditas hutan yang diekspor menuju Uni Eropa sendiri berupa kakao, karet, kayu, kopi, dan sawit.

Juru Kampanye Senior Kaoem Telapak, Denny Bhatara menyatakan,

“EUDR adalah kebijakan pasar progresif yang berpotensi menyelamatkan jutaan hutan dunia dari deforestasi. Adanya kemungkinan penundaan implementasi ini untuk yang kedua kalinya tidak dapat kami benarkan dan ini merupakan langkah mundur. Bila alasan mereka menundanya adalah ketidaksempurnaan pada sistem, maka mereka seharusnya tetap menjalankan EUDR sambil menyempurnakannya secara sistemik dan berkelanjutan seiring waktu berjalan.”

Ia lanjut menekankan, “Sebagai kekuatan ekonomi global, Uni Eropa perlu menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan. Jangan lagi menunda pelaksanaan EUDR.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dengan mendaftar ke mailist, anda menyetujui untuk mendapatkan pemberitahuan email baik berita, penawaran, dan informasi lain dari Kaoem Telapak. Klik di sini untuk melihat kebijakan Kebijakan Privasi kami. Tautan keluar dari mailist disertai pada setiap email.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.