Agustus 28, 2026 3:49 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:49 AM

EUDR Sebagai Peluang Menghalau Kampanye Negatif

Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University (DKSRA) mengundang Kaoem Telapak sebagai pembicara yang mewakili kelompok masyarakat sipil untuk membahas European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Webinar IPB University

Acara yang bertajuk The 42nd Strategic Talk: Penerapan EUDR, Implikasi dan Langkah Antisipasi turut mengundang Staf Ahli dari Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T.

Dalam sambutan acara, Wakil Rektor IV IPB University, Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi M.Agr, mengungkapkan bahwa sawit merupakan komoditas yang paling strategisdalam konteks pembangunan Indonesia saat ini. “Namun, di sisi lain, [sawit] banyak persoalan khususnya pada isu keberlanjutan,” katanya. Beliau pun menyadari bawa Uni Eropa punya niat baik dalam mengesahkan EUDR, yakni untuk menekan deforestasi. Oleh sebab itu, dia berkesimpulan bahwa memastikan mana sawit yang menjadi penyebab deforestasi dan mana yang tidak, menjadi penting. Prof Ernan Rustiadi mengatakan tujuan kegiatan ini adalah sebagai wadah diskusi, melihat dinamika wacana EUDR saat ini. “Ada yang bilang EUDR abaikan saja dengan alasan kedaulatan negara. Ada yang bilang penerapan EUDR ini penting. Ada pula yang berpandangan regulasi ini bukan cuma soal sawit. Untuk itulah kita perlu diskusi,” katanya.

Mewakili pemerintah, Musdhalifah Machmud menjabarkan langkah antisipasi yang telah dilakukan pemerintah. Dia menjabarkan ada lima hal yang menjadi perhatian pemerintah. Pertama tentang penentuan country benchmarking. Lalu ada soal inklusivitas petani kecil. Kemudian, ada skema sertifikasi. Selanjutnya, alat penelusuran. Terakhir, persoalan perlindungan data privasi. Untuk country benchmarking, Musdhalifah Machmud menjabarkan akan ada tiga kategori, yakni risiko rendah, standar, dan tinggi. Namun sayangnya, Uni Eropa belum menjabarkan bagaimana metode penentuan standarnya. “Harapannya, benchmarking itu transparan, metode apa yang mereka [Uni Eropa] gunakan,” ungkapnya.

Kemudian terkait inklusivitas petani, Musdhalifah Machmud mengungkapkan prinsip yang dipegang pemerintah adalah no one left behind. Dia khawatir petani kecil yang tidak punya data geolokasi akan tersingkir dalam rantai pasok. Oleh sebab itu, Indonesia mengajukan keringanan, “Meminta perpanjangan waktu penerapan EUDR untuk petani kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Mardi Minangsari, Presiden Kaoem Telapak memberikan pandangan yang berbeda. Menurutnya, EUDR merupakan satu kemajuan dalam regulasi keberlanjutan dari sisi konsumen. “Jadi, tidak semuanya diserahkan kepada produsen saja,” katanya.

Mardi Minangsari pun menjelaskan bahwa justru EUDR bisa jadi peluang. Dia menjelaskan dalam menerapkan EUDR, Uni Eropa pasti memerlukan negara produsen. Mereka bisa saja mengganti minyak sawit, namun itu tidak akan ekonomis. Tidak ada pilihan lain, Uni Eropa harus membuka kerja sama agar bisa memenuhi tuntutan komoditas yang berkelanjutan. “Hingga akhirnya, EUDR bisa menangkis kampanye negatif terkait sawit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dengan mendaftar ke mailist, anda menyetujui untuk mendapatkan pemberitahuan email baik berita, penawaran, dan informasi lain dari Kaoem Telapak. Klik di sini untuk melihat kebijakan Kebijakan Privasi kami. Tautan keluar dari mailist disertai pada setiap email.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.