Donasi

BERJUANG UNTUK KEADILAN EKOLOGI

BERJUANG UNTUK KEADILAN EKOLOGI

berjuang untuk keadilan ekologi

Penggalangan Dana Untuk Kerja Konservasi Hutan

Tidak banyak kelompok masyarakat sipil yang fokus mengembangkan skema pendanaan untuk mendukung kerja-kerja konservasi hutan. LindungiHutan adalah segelintir kelompok masyarakat sipil tersebut. Melalui wahana website, LindungiHutan berhasil mengelola lebih dari 1900 kampanye, bekerja dengan 532 mitra, berhasil menanam lebih dari 832 ribu pohon di 50 lokasi penghijauan.

Salah Satu Lokasi Penghijauan
Sumber: LindungiHutan

6 Juni 2024, Kaoem Telapak berkesempatan untuk berbincang dengan Miftahur ‘Ben’ Robani, pendiri sekaligus Chief Executive Officer Lindungi Hutan, mengenai pengelolaan program pengumpulan dana untuk Non-Governmental Organization (NGO).

Awal Mula

Bermula dari pertemuan dengan mitra di salah satu daerah, yang pendanannya terbatas hanya dari lingkaran sendiri, Ben dan rekan-rekannya jadi berpikir bagaimana agar banyak pihak yang membantu mitranya tersebut, “Dengan adanya platform online, yang memungkinkan orang pesan ojek online, makanan online, kenapa tidak membantu mereka juga secara online,” ungkap Ben.

Dari pemikiran itulah, Ben dan rekan-rekannya mendirikan LindungiHutan sebagai jembatan di tengah, yang menghubungkan donator dengan mitranya. Penggalangan dana adalah aktivitasnya agar apa yang dilakukan para mitra tetap bisa berjalan. “Hal pentingnya adalah mitra jadi terus merasa didukung. Ini pun sesuai dengan nilai yang tercantum dalam visi LindungiHutan, yakni, Bersama Menghijaukan Indonesia,” katanya.

LindungiHutan didirikan di Semarang, Jawa Tengah. Secara badan hukum, LindungiHutan berbentuk Yayasan dan telah mendapatkan izin untuk melakukan penggalangan dana melalui Surat Keputusan Kementerian Sosial. Sampai sekarang, LindungiHUtan tetap memperbarui izin pengumpulan dananya setiap tiga bulan sekali.

Miftahur ‘Ben” Robani, Co-founder LindungiHutan
Sumber: LindungiHutan

Masa Merintis

Masa awal pendirian LindungiHutan, kata Ben, adalah masa yang berat. Saat itu, LindungiHutan belum punya portofolio, pengikut di Instagram pun belum banyak. Meyakinkan publik untuk mengamanahkan dananya ke LindungiHutan adalah tantangan pertamanya. “Pertama, kami menawarkan ke orang-orang yang sudah dikenal dulu, setelah itu mengajak secara massal melalui akun media sosial.”

Ben mengakui di tahun-tahun pertama merupakan era pencarian mengenai apa yang membuat orang mau memberi donasi ke LindungiHutan. Seiring perjalanan waktu, Ben tersadar mengkonservasi hutan atau menanam pohon bagi banyak orang bukanlah tujuan, melainkan sebuah cara. “Makanya ketika di awal-awal, saat kami ajak orang menanam pohon, banyak orang yang tidak mau, tetapi mau diajak ke sesuatu yang lain. Misalnya, kami bikin merchandise, orang beli merchandise sambil menanam pohon,” ungkapnya.

Pesan Tak Terduga

Ada dua cerita yang paling tidak terlupakan dalam penggalangan dana ini. Pertama, ketika LindungiHutan baru enam bulan berjalan, di tahun 2016. Ben cerita kalau saat itu situasinya sangat sedikit orang yang mau berdonasi. Di satu malam, Ben dan tiga pendiri LindungiHutan lainnya, sedang makan di warteg.

Tiba-tiba ada yang kirim pesan ke Instagram LindungiHutan. Pengirim pesan bilang kalau sudah transfer sejumlah dana. Dia minta foto pohon yang sudah ditanam seperti apa. Setelah dicek, ternyata orang tersebut mengirim dana sebanyak satu juta rupiah dan anonimus. Ben dan tiga pendiri LindungiHutan pun heran, mengapa ada orang yang berani kirim uang dengan jumlah yang tidak sedikit ke orang yang tidak dikenal. “Itu sangat-sangat aneh bagi kami bertiga, kami sampai bengong,” akunya.

Kolaborasi LindungiHutan dengan Komunitas K-Pop
Sumber: LindungiHutan

Komunitas K-Pop

Kemudian, Ben cerita pengalaman yang lainnya. Saat itu masa pandemi Covid-19. Oktober 2020, ada artis yang melakukan kampanye melalui LindungiHutan. Artis tersebut ingin memberikan kado untuk idolanya, Park Ji-Min, anggota BTS, grup vokal asal Korea Selatan.

Kampanyenya adalah bila ada yang mau berdonasi di LindungiHutan akan diberikan stiker. Kampanyenya hanya berjalan delapan hari, namun sukses mengumpulkan kurang lebih 8000 pohon dan berhasil mengajak seribuan orang untuk berdonasi. “Ngasihnya kecil-kecil, tapi banyak banget yang ngasih,” kata Ben. Dari pengalaman itulah Ben jadi punya kesadaran baru, yaitu tidak boleh memandang sebelah mata kelompok lain. “Kalau kita kasih peran yang tepat, banyak orang yang mau terlibat,” tambahnya.

Tips Kembangkan Fundraising

Ben memiliki beberapa saran untuk NGO yang ingin mengembangkan program penggalangan dana mandiri. Hal pertama yang harus dicari adalah konteks yang sesuai untuk orang-orang yang mau jadi donaturnya. Dia berkaca dari pengalamannya berkolaborasi dengan kelompok penggemar K-Pop. Ben benar-benar tidak menyangka bahwa menanam pohon bukanlah sebagai tujuan utama, melainkan sebuah cara. “Awalnya kami menyangka orang mau menanam pohon tapi sebetulnya mereka pakai itu hanya sebagai sarana,” katanya.

Kemudian, Ben menekankan perlunya pembuktian. NGO perlu buat portofolio, laporan, dokumentasi, untuk membuktikan bahwa program yang ditawarkan benar-benar berjalan dan terjadi. “Jadi bukan hanya kita minta uangnya, tapi ada pembuktiannya,” jelasnya.

Penerapan Program Penanaman Kembali Mangrove
Sumber: LindungiHutan

Yang ketiga, Ben mengingatkan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tidak harus selalu kaku menggunakan terminologi NGO. Tidak boleh hanya terpaku dengan apa yang dilakukan sendiri “Harusnya kita membuat isunya lebih universal,” lanjutnya.

Terakhir, harus selalu berikan peran ke orang lain. Selalu terbuka berkolaborasi dengan kelompok lain. “Jangan pernah underestimate kelompok lain, lalu selalu buka kesempatan kolaborasi untuk bareng-bareng berbuat sesuatu,” tutup Ben.

Tentang LindungiHutan

LindungiHutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada aksi konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Sebanyak 800 RIBU POHON lebih telah ditanam bersama 506 brand dan perusahaan. Kami menggandeng masyarakat lokal di 47 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menghadirkan beberapa program seperti The Green CSR, Collaboratree dengan skema Product Bundling, Service Bundling dan Project Partner, serta program Carbon Offset.

Contact

Intan Widianti Kartika Putri
Head of Partnership
Email: kartika@lindungihutan.com
Phone: +62 823-2901-5769
Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari,
Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231
Website: lindungihutan.com

Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dengan mendaftarkan email ini, anda setuju untuk menerima seputar berita, tawaran, dan informasi dari Kaoem Telapak. Klik disini untuk mengunjungi Kebijakan Privasi Kami. Tautan untuk berhenti menerima pemberitahuan disedeiakan pada setiap email.