Agustus 28, 2026 3:25 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:25 AM

Jejak Perjuangan Agus Sumantri di Kampung Pekandangan: Sebuah Eulogi dari Kawan Seperjuangan

Ditulis oleh: Muhammad Sidik

Kabar Duka

Pada pagi Selasa, 30 Juli 2024, aku bersiap untuk perjalanan ke Kampung Pekandangan dengan hati yang berat dan penuh kesedihan. Kabar duka yang kuterima lewat grup WhatsApp Kaoem Telapak Lampung sehari sebelumnya mengabarkan bahwa Agus Sumantri, salah satu anggota terbaik kami, telah berpulang ke pangkuan Ilahi. Kehilangannya meninggalkan kekosongan mendalam di hati kami, dan kenangan tentang perjuangan serta dedikasinya kini terasa semakin berharga.

Kami mengunjungi kediaman Almarhum Agus Sumantri untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Saya, Jaka, Pramono, dan Ade Ma’mun hadir mewakili Kaoem Telapak untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian saudara kami, Agus. Sebagai tanda kepedulian dan dukungan, kami juga memberikan bantuan uang duka kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh istri Agus, Nur, meskipun suasana masih penuh dengan kesedihan. Nur dengan penuh rasa terima kasih menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan dukungan dari Kaoem Telapak. Dalam momen yang penuh haru ini, kami berbagi kenangan dan penghargaan atas kontribusi besar yang telah diberikan oleh Agus bagi komunitas di Kampung Pekandangan.

Kami pun berkomitmen untuk meneruskan perjuangan serta semangat yang telah Agus tanamkan di Kampung Pekandangan. Keberanian dan dedikasinya akan selalu menjadi inspirasi bagi kami untuk terus bekerja demi kebaikan bersama. Dengan rasa hormat dan belasungkawa yang mendalam, kami berharap keluarga Agus dapat menemukan kekuatan dan penghiburan di tengah kehilangan ini.

Sidik dan anggota Kaoem Telapak Lampung lainnya takziah ke rumah duka.

Awal Perkenalan

Aku mengenal Agus sejak 2008. Pertama kali bertemu saat kegiatan konservasi hutan di Kampung Pekandangan, yang terletak di kaki bukit hutan lindung Register 39, Kabupaten Lampung Tengah. Agus adalah tokoh pemuda desa yang memiliki visi besar untuk membangun kampung kelahirannya.

Saat itu, jalan menuju kampung berbatu, licin, dan menyeberangi Sungai Seputih yang harus dilewati dengan jembatan gantung. Medan yang berat, membuat perjalanan ini terasa menantang dan rawan. Namun, semangat Agus tak pernah surut. Ia berperan penting dalam mendirikan Radio Komunitas Binatara FM di kampung, meski dengan kondisi listrik yang terbatas. Radio ini menjadi sarana penting untuk menyadarkan masyarakat tentang perlunya perlindungan hutan dan pembangunan konservasi.

Kerja Nyata

Kini, 15 tahun telah berlalu. Kampung Pekandangan telah banyak yang berubah. Jalan-jalan yang dulu berbatu kini telah diperbaiki, membuat akses ke kampung jauh lebih mudah dan nyaman. Hasil kerja kolektif Agus bersama masyarakat terlihat di setiap sudut kampung. Kampung yang dulu sepi dan terisolasi kini berkembang pesat, mencerminkan semangat dan dedikasi yang ditanamkan oleh Agus.

Berkat dorongan dan inspirasi Agus, masyarakat kampung aktif berpartisipasi dalam berbagai proyek pembangunan. Kebun-kebun yang dulu hanya menghasilkan sedikit, kini lebih produktif berkat teknik pertanian yang lebih baik dan pengetahuan yang telah dibagikan oleh Agus. Masyarakat kini mampu mengolah dan memproduksi hasil hutan seperti gula aren, jahe instan, dan kopi pinang bersama kelompok wanita tani. Produk-produk ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi kampung.

Semua perubahan ini adalah bukti nyata dari warisan yang ditinggalkan oleh Agus Sumantri. Kegigihannya dalam mendorong masyarakat untuk terus belajar dan bekerja sama telah mengubah wajah Kampung Pekandangan. Sekarang, di setiap sudut kampung bercerita tentang perjuangan dan dedikasi Agus, yang meskipun telah tiada, semangatnya terus hidup dan menginspirasi setiap langkah pembangunan di kampung ini. Masyarakat Pekandangan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan Agus, menjaga warisan yang telah ia tanam, dan terus bergerak maju menuju masa depan yang lebih cerah.

Meneruskan Semangat

Kabar kepergiannya yang tiba-tiba membuat kami merasa kehilangan mendalam. Sepanjang perjalanan, aku merenungkan perjuangan Agus dan kenangan bersamanya. Kunjunganku ke rumah almarhum Agus di Kampung Pekandangan adalah bentuk penghormatan terakhir dan dukungan untuk keluarganya. Agus telah banyak menginspirasi dan mendorong masyarakat untuk membangun kampungnya. Kegigihan dan dedikasinya akan terus memotivasi kami untuk melanjutkan perjuangan yang telah ia mulai.

Meskipun ia telah tiada, warisannya akan terus hidup di hati masyarakat Kampung Pekandangan dan dalam setiap langkah kami ke depan. Agus Sumantri telah menanamkan benih perubahan yang terus tumbuh, membawa harapan dan masa depan lebih baik bagi kampung yang dicintainya. Dengan semangatnya yang terus menginspirasi, kami berjanji untuk melanjutkan perjuangan ini demi kehormatan dan warisan seorang pejuang sejati.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.