Donasi

BERJUANG UNTUK KEADILAN EKOLOGI

BERJUANG UNTUK KEADILAN EKOLOGI

berjuang untuk keadilan ekologi

Ringkasan Kebijakan Merbau: Satu Kasus yang Jelas dan Penting, Mengapa Merbau Harus Masuk dalam Appendix III CITES

Para Pemerintah Dunia telah berkomitmen untuk menekan laju pembalakan liar dan perdagangan internasional kayu curian. Inggris Uni Eropa dan China telah membuat komitmen spesifik yang berkaitan dengan impor kayu asal Indonesia.

Saat ini, Daftar CITES merupakan satu-satunya mekanisme hukum yang digunakan oleh negara konsumen untuk mencegah pengiriman kayu dari sumber ilegal, dan memasukkan ramin (Gonystylus spp.) dalam daftar Appendix III CITES untuk spesies kayu bisa jadi alat efektif dalam melawan perdagangan kayu curian dan produk kayu lainnya.
br>Inggris dan Uni Eropa telah mengakui pentingnya Daftar Appendix III dan sudah berkomitmen dalam mendukung rentang negara untuk membuat penggunaan daftar tersebut semakin luas sehingga bisa mengontrol pembalakan liar. Sejauh ini, dukungan belum mengambil satu bentuk aktif.

Merbau (Intsia spp.) adalah kandidat utama untuk didaftarkan pada Appendix III, sebab masa depan spesies merbau terancam oleh perdagangan kayu curian asal Indonesia yang belum ada aturannya.


lihat lampiran dokumen

Kolom bagian bawah adalah pembaca dokumen, yang terintegrasi dan membaca dokumen langsung dari sistem. Dibutuhkan beberapa waktu untuk dapat menampilkan dokumen secara penuh. Jika dokumen tidak kunjung ditampilkan, mohon untuk dapat melakukan penyegaran halaman dalam waktu satu menit, atau juga dapat menekan area Gambar Halaman Muka pada bagian sebelah kiri untuk membuka dokumen di jendela baru atau klik tombol Unduh untuk mengunduh dokumen.

Lihat juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dengan mendaftarkan email ini, anda setuju untuk menerima seputar berita, tawaran, dan informasi dari Kaoem Telapak. Klik disini untuk mengunjungi Kebijakan Privasi Kami. Tautan untuk berhenti menerima pemberitahuan disedeiakan pada setiap email.