Agustus 28, 2026 3:25 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:25 AM

Kisah Ratu Balgis: Menjadi Penyorot Para Pejuang Keadilan Ekologis

Di tengah-tengah perjuangan para aktivis ekologi dalam menyuarakan isu-isu lingkungan, terdapat kawan-kawan media yang membantu menyiarkan suara-suara tersebut, termasuk Ratu Balgis.

Akrab disapa Balgis, ia adalah anggota Kaoem Telapak di Palu, Sulawesi Tengah yang bekerja sebagai penyiar radio untuk Radio Republik Indonesia (RRI) daerah Palu. Ia telah lama terlibat di dunia siaran radio sejak kuliah dan kerap membahas beragam topik, termasuk isu-isu lingkungan.

“Biasanya aku ngobrol tentang topik-topik yang lagi ramai terkait pemerintahan, tapi kadang suka membahas isu-isu lingkungan yang juga lagi ramai. Selain itu, aku juga membahas budaya, kearifan lokal, dan Masyarakat Adat,” Balgis bercerita.

Selain menjadi penyiar radio, ia juga menggunakan kemampuan komunikasinya dengan menjadi pengisi suara, MC, dan moderator untuk acara-acara pemerintahan, bahkan pernah bekerja sebagai guru les bahasa Inggris.

Kemudian, berkat pengalamannya terlibat dengan kawan-kawan aktivis ekologi, Balgis berkarya demi keadilan ekologi dengan membuat serial video dokumentasi Salam Kaoem yang dapat ditonton oleh pembaca di media sosial dan kanal Youtube Kaoem Telapak.

Memberi wadah bersuara bagi aktivis dan Masyarakat Adat

Sejak awal berkarir hingga saat ini, Balgis kerap menggunakan jiwa jurnalistik miliknya untuk menyoroti kawan-kawan pejuang keadilan ekologi serta Masyarakat Adat, baik itu dengan melibatkan dirinya secara langsung maupun tidak langsung.

Terkait hal tersebut, Balgis berkata, “Kalau ada segmen yang membahas tentang Masyarakat Adat atau budaya lokal, kami (RRI) sering mengundang perwakilan Masyarakat Adat untuk diskusi dan bercerita tentang kearifan lokal.”

Seiring waktu berjalan, Balgis mulai merasakan adanya perkembangan dan perubahan persepsi mengenai isu-isu lingkungan, perjuangan para aktivis yang tidak mudah, serta situasi Masyarakat Adat.

Hal ini semakin ia rasakan ketika kawan-kawan Kaoem Telapak mengunjungi Palu pada tahun 2009. Saat itu, pertemuan Balgis dengan salah satu anggota Kaoem Telapak yang sedang berkunjung, ditambah ajakan dari kawannya yang juga menjadi anggota, mendorong dirinya untuk turut bergabung dan resmi menjadi anggota Kaoem Telapak.

Ratu Balgis, anggota Kaoem Telapak melakukan liputan bersama rekan Kaoem Telapak untuk konten dokumentasi Salam Kaoem. Foto oleh Salam Kaoem

Kisah Palu TV dan Salam Kaoem

Pada tahun 2009, saat kunjungan Kaoem Telapak ke Palu, Balgis terlibat dalam pembuatan sebuah stasiun televisi lokal bernama Palu TV sebagai bagian dari program Asosiasi Televisi Lokal Kerakyatan (ASTEKI) untuk mendorong pemberitaan dari masyarakat lokal untuk masyarakat lokal.

Kemudian, karena Palu TV juga merupakan salah satu agenda Kaoem Telapak pada masa itu, Balgis kerap berinteraksi dengan anggota-anggota Kaoem Telapak lainnya dan mendapatkan banyak edukasi maupun informasi yang mengasah dirinya.

“Diskusi-diskusi dengan para anggota waktu itu memberiku banyak pengetahuan soal ilmu jurnalistik. Terus, karena Kaoem Telapak lebih fokus pada isu-isu lingkungan, aku jadi dapat persepsi yang lebih dalam,” ucap Balgis.

“Ancaman kerusakan alam, pemanasan global, kesejahteraan dan pengakuan Masyarakat Adat; banyak yang aku dapatkan dari kawan-kawan anggota. Ujungnya, jadi menambah jaringan sosial juga,” lanjutnya.

Akan tetapi, keterlibatan Balgis dengan Palu TV tidak bertahan lama karena masalah pribadi yang saat itu ia hadapi. Hal ini menyebabkan hubungan antara dirinya dengan Kaoem Telapak perlahan meregang.

Sementara itu, proyek Palu TV pun perlahan tidak lagi berlanjut atas keputusan semua pihak yang terlibat.

Namun, kisah Balgis dengan Kaoem Telapak tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah beberapa tahun berlalu, Balgis mendapat kesempatan untuk menciptakan serial video dokumentasi Salam Kaoem yang kemudian tayang di media sosial dan kanal Youtube Kaoem Telapak.

Balgis berkata, “Aku senang bisa kembali terlibat dan berkarya untuk Kaoem Telapak setelah sekian lama, bisa mengangkat banyak topik kayak sosok-sosok di Palu maupun Sulawesi Tengah, pengaruh krisis iklim bagi daerah kami, dan Kopi Kamanuru khas Sulawesi Tengah.”

Membumikan bahasa-bahasa perjuangan

Balgis memang merasa ia tidak fokus sebagai advokat, namun ia bahagia atas kontribusinya dalam media dan penyiaran berita untuk menyoroti para pejuang keadilan ekologi di Palu maupun Sulawesi Tengah.

Dalam kinerjanya selama puluhan tahun, Balgis selalu menghayati satu nilai penting, yaitu ‘Membumikan bahasa-bahasa perjuangan.’

Ia menjelaskan, “Bila kita ingin memperjuangkan kelestarian alam dan kesejahteraan Masyarakat Adat, maka kita harus membuat masyarakat umum itu memahami dan menghayati perjuangan kawan-kawan; buat mereka peduli dengan apa yang kita perjuangkan.”

“Perjuangan kita akan kurang efektif bila kita memakai bahasa-bahasa yang terlalu rumit dan hanya dipahami oleh sesama aktivis atau akademisi saja. Masyarakat umum bisa jadi kurang peduli dengan apa yang kita perjuangkan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dengan menjiwai nilai-nilai jurnalistik dalam kegiatannya sebagai penyiar radio atau pembuat video dokumentasi Salam Kaoem, Balgis tidak akan berhenti menyiarkan suara-suara pejuang ekologi dengan cara yang telah ia lakukan selama ini.

“Dengan membumikan bahasa-bahasa perjuangan, aku berharap usaha ini juga bisa memanusiakan manusia, baik itu para pendengar radio maupun kawan-kawan aktivis,” Balgis berharap.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.