Agustus 28, 2026 3:24 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:24 AM

Kisah Friska Hanakin: Program Budidaya Sorgum untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Petani

Pada tanggal 30 Juli 2025, Koperasi Produsen Gerak Nusantara Bogor Raya (K-GNBR) meresmikan inisiatif Mandiri Sahabat Desa, sebuah pelatihan budidaya sorgum dan pengolahan hasil tani sorghum yang akan berjalan selama 10 bulan dan diikuti 200 peserta di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Anggota-anggota Kaoem Telapak ikut terlibat dalam inisiatif ini, termasuk Friska Hanakin, anggota dari Bogor, Jawa Barat selaku ketua K-GNBR yang mengawasi program pelatihan sorgum ini.

“Inisiatif ini adalah hasil upaya kami untuk memperkenalkan budidaya sorgum yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dan akhirnya tercapai juga sekarang,” ucap Friska.

K-GNBR dan Bank Mandiri bekerja sama untuk menyelenggarakan program ini, dengan tujuan akhir dapat memperluas pengenalan dan produksi sorgum kepada masyarakat luas serta meningkatkan kemandirian desa.

Melalui inisiatif ini, 200 peserta yang terlibat akan menjalani kelas pelatihan yang berbeda namun saling berkaitan: 50 peserta mempelajari cara budidaya sorgum, 50 peserta mempelajari pengolahan sorgum menjadi pakan ternak, dan 100 peserta mempelajari produksi sorgum menjadi tepung sorgum skala besar.

Kemudian, selama inisiatif ini berjalan, Friska dan kawan-kawan koperasi akan memperoleh bantuan yang diberikan Bank Mandiri berupa mesin-mesin rontok, sosoh, dan penepung sorgum, serta mesin pemotong batang daun sorgum dan alat-alat olahan turunannya.

Ia melanjutkan, “Alat-alat pengolahan sorgum itu mahal sekali dan kami belum punya kapasitas untuk beli sendiri. Pihak Bank Mandiri berencana akan memberi kami bantuan berupa mesin-mesin itu dalam waktu dekat untuk mendukung operasional kami.”

Membedah sorgum

Namun, apa itu sorgum sebenarnya? Lalu, apa keunikan sorgum dan apa makna yang lebih dalam dari budidaya sorgum ini?

Mengutip wawancara dengan Okezone*, Friska menjelaskan bahwa sorgum adalah tumbuhan biji-bijian seperti halnya jagung, namun dengan proses memanen dan hasil panen yang berbeda. Ia memiliki bentuk biji yang bulat dan berukuran kecil, sementara tepung dari biji sorgum memiliki tekstur yang sedikit kasar dan wangi yang khas.

Saat ini, daerah-daerah produsen sorgum terbanyak di Indonesia ada di Nusa Tenggara Barat & Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tiap daerah juga memiliki julukan khas untuk sorgum, seperti garai atau watar hamu.

Friska dan para peserta pelatihan menanam benih sorgum. Foto oleh Kaoem Telapak

Sementara itu, budidaya sorgum di wilayah Bogor masih berlangsung dengan penyebaran yang perlahan namun pasti. Untuk itulah, Friska percaya bahwa pengenalan dan pelatihan budidaya sorgum kepada para petani sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap sorgum.

Terlebih, Friska menjelaskan berbagai kelebihan dan keuntungan sorgum bagi petani.

“Benih sorgum dapat tumbuh di lahan pertanian dalam kondisi apapun, baik itu musim kemarau atau hujan. Dibandingkan padi yang lebih rentan mengalami gagal panen, sorgum jauh lebih tangguh,” ia menjelaskan.

Kemudian, sorgum juga sehat dikonsumsi masyarakat sehari-hari dan berpotensi jauh lebih sehat dibanding beras. Karena tinggi akan serat tidak larut air dan memiliki lebih sedikit kandungan pati di dalamnya, sorgum menjadi solusi asupan karbohidrat yang lebih sehat bagi para pengidap diabetes.

“Setelah kami olah, sorgum ini bisa kita masak seperti memasak nasi. Kami sudah bikin nasi tumpeng maupun nasi liwet dengan sorgum,” lanjutnya.

Sementara itu, tepung sorgum juga memiliki manfaat yang serupa berkat kandungannya yang tidak mengandung gluten, sehingga tepung ini lebih menyehatkan dibanding tepung terigu.

Kawan-kawan koperasi mempromosikan tepung sorgum dengan membuat kue-kue seperti bolu, brownis, dan kukis sebagai camilan yang sehat.

Makna budidaya sorgum

Koperasi K-GNBR telah melakukan pengenalan sorgum sejak awal 2020-an kepada masyarakat awam dan para petani sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional. Di tengah perjalanan ini, mereka menyadari adanya beberapa tantangan yang harus mereka hadapi dalam jangka panjang.

Salah satu kendala para petani dalam menjual sorgum ke pasar adalah harganya yang saat ini cukup mahal. Hal ini berkaitan dengan jumlah produksi dan penyebaran sorgum yang juga belum meluas di Indonesia.

Oleh karena itu, Friska percaya bahwa pelatihan Mandiri Sahabat Desa ini akan sangat membantu mendorong popularitas sorgum di kalangan para petani, sehingga dapat meningkatkan produksi sorgum dan menekan harganya agar dapat bersaing dengan karbohidrat lainnya seperti beras.

Terlebih, Friska merasa bahwa budidaya sorgum memiliki makna yang dalam bagi para petani.

Ia bercerita, “Semua ini tidak terlepas dari perubahan iklim. Gagal panen di Indonesia mendorong impor gandum dan beras, yang berarti merugikan para petani. Untuk itu, lahan-lahan yang terlantar karena kekeringan ini bisa kita pakai untuk budidaya sorgum.”

“Dengan begitu, para petani bisa lebih mandiri dan sejahtera,” lanjutnya.

Kemudian, dengan kandungan sorgum yang lebih sehat dibanding beras maupun tepung terigu, Friska berharap hal ini dapat mendorong minat masyarakat untuk mengonsumsi sorgum lebih rutin dan berimbas pada dorongan para petani untuk lebih banyak menanam sorgum.

“Oleh karena itu, mari kita konsumsi sorgum!” Friska berpesan.

*Referensi: https://www.youtube.com/watch?v=vWXBA2Tsyt4

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.