Donasi

BERJUANG UNTUK KEADILAN EKOLOGI

BERJUANG UNTUK KEADILAN EKOLOGI

berjuang untuk keadilan ekologi

Kalpataru 2024 untuk Rukmini

Anggota Kaoem Telapak asal Sulawesi Tengah, Rukmini Paata Toheke, meraih penghargaan Kalpataru 2024. Hasil konsistensi menjaga lingkungan di wilayahnya.

Kalpataru merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah kepada perorangan atau kelompok atas kontribusinya dalam melestarikan lingkungan hidup. Kalpataru diambil dari bahasa sansekerta yang artinya pohon kehidupan. “Tidak pernah bermimpi dapat penghargaan ini,” ungkap Rukmini saat dihubungi Kaoem Telapak pada Kamis, 23 Mei 2024.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 574 tahun 2024 tentang Penerima Penghargaan Kalpataru 2024, Rukmini mendapatkan Kalpataru untuk kategori pembina lingkungan. Rukmini sudah mulai melakukan kegiatan konservasi sejak tahun 1994. Awalnya dia menginisiasi gerakan menanam pohon beringin di Desa Toro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tempat dia berdomisili. Selain untuk konservasi, penanaman beringin ini bertujuan untuk melestarikan kerajinan kulit kayu dan menjadi sumber pangan bagi burung rangkong. “Bila ada banyak burung rangkong, nanti tanah makin subur,” begitu katanya.


Rukmini Paata Toheke, Anggota Kaoem Telapak dari Sulawesi Tengah

Kemudian di tahun 2020, Rukmini menginisiasi pendirian Sekolah Adat. Di sekolah itu, Rukmini pun menanamkan nilai-nilai konservasi lingkugan ke para siswa. Salah satu kegiatannya, anak-anak di Sekolah Adat dilibatkan dalam penanaman pohon beringin. Sampai saat ini, mereka telah menanam 200 pohon beringin. Saat ini, Rukmini sedang berupaya untuk mengadvokasi larangan penjualan tanah di kampungnya.

Rukmini mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat dirinya untuk terus bergerak memotivasi yang lain agar menjaga lingkungan. Menurut Rukmini ada beberapa hal yang perlu dilakukan supaya lingkungan hidup di wilayahnya tetap Lestari, di antaranya adalah membenahi aturan adat tentang tata kelola hutan adat, mengedukasi warga mengenai pengelolaan sampah, dan membuka pasar yang seluas-luasnya untuk pengrajin kulit kayu. “Agar pengrajin kulit kayu tidak bergantung hanya pada pesanan di kampung,” ungkapnya.

Rukmini pun berterima kasih pada berbagai pihak atas penghargaan yang didapatkan. “Terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa, semua keluarga, juga kawan-kawan yang sudah mendukung kegiatan saya,” tutup Rukmini.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print