Teluk Balikpapan adalah wilayah perairan yang memisahkan kota Balikpapan dengan Penajam. Kawasan terumbu karang, padang lamun, mangrove, dan hutan hujan merupakan ekosistem yang mendominasi wilayah teluk ini [1]. Tahun 2018, pernah ada kejadian tumpahnya solar di wilayah teluk ini yang mengakibatkan warga diteror bau solar selama berhari-hari [2].
“Pokja Pesisir mendorong agar sebagian wilayah Teluk Balikpapan dilindungi sebagai kawasan konservasi melalui skema KKP3K”, ucap Hamsuri.
KKP3K kepanjangan dari Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, sebuah skema yang ditawarkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjadikan suatu wilayah perairan atau pesisir sebagai kawasan konservasi.
Di level pemerintah daerah, melalui Peraturan Daerah tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K), sudah dialokasikan Teluk Balikpapan sebagai wilayah konservasi, namun menurut Hamsuri, wilayahnya belum disahkan. “Nah ini penting untuk disahkan,” katanya.
Untuk mendapatkan pengakuan konservasi, langkah awal yang harus dilakukan adalah Hamsuri dan jaringan kerjanya harus mendorong terbitnya Surat Keputusan (SK) Gubernur. Oleh sebab itu mereka pun membuka komunikasi dengan aktivis senior yang bekerja di lingkaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Lalu, menjangkau partai-partai politik. Tidak ketinggalan, berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi. “Dalam kurang dari satu tahun, SK Gubernur terbit,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan SK Gubernur, Hamsuri dan jaringan kerjanya pun masih bergerak untuk dapat penetapan melalui SK Menteri Kelautan dan Perikanan. “Sebelum SK turun, akan ada proses verifikasi dari kementerian,” ungkapnya.
Hamsuri mengungkapkan, proses KKP3K ini sedang berjalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan dukungan dari Dinas terkait di Provinsi Kalimantan Timur. Jadi, masih ada kemungkinan usulan ini ditolak. Bila ditolak, Hamsuri dan jaringannya tetap akan berupaya mendorong skema lainnya untuk perlindungan ekosistem di Teluk Balikpapan.
Dalam menjaga Teluk Balikpapan Hamsuri perlu komitmen dari berbagai pihak. Hamsuri pun mengapresiasi regulasi progresif yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. “Namun dalam prakteknya, memang harus terus diingatkan,” ungkapnya