Usaha Tim 10 memulihkan Sungai Way Seputih
Semenjak berdirinya YKPS Tim 10 Way Seputih, Nasihin dan kawan-kawan pemuda mulai melakukan kegiatan setiap dua bulan sekali, seperti mengumpulkan bibit-bibit ikan untuk mereka tebarkan di Sungai Way Seputih dan menanam benih-benih pepohonan sepanjang daerah sungai yang terancam longsor dan di wilayah pemukiman warga yang mereka anggap perlu penghijauan.
Benih-benih pohon ini mereka peroleh dari mitra-mitra seperti Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS MS), lembaga BUMN Perum Jasa Tirta 2, dan Bappeda, dan merupakan pohon-pohon dengan hasil panen yang bisa diolah warga Kampung Pekandangan secara berkelanjutan untuk mendorong perekonomian warga.
Nasihin menjelaskan, “Kami menanam benih tumbuhan seperti pohon aren, bambu jenis rebung, pohon alpukat, petai, dan jengkol.”
“Bicara soal aren, Pekandangan itu terkenal sebagai penghasil gula aren, sehingga pohon aren ini menghasilkan bahan baku untuk produk khas kami,” lanjutnya.
Tim 10 juga kerap mengadakan pertemuan bulanan antar anggota untuk mempererat hubungan sosial dan merencanakan agenda-agenda lain, termasuk tentang cara pendekatan mereka untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap Sungai Way Seputih seperti tidak membuang sampah dan tidak buang air kecil atau besar di sungai.
Tahun 2018, ketika anggota Kaoem Telapak Ade Ma’mun menjabat sebagai Kepala Kampung, Nasihin dan warga lainnya mendorong Ade untuk membuat anggaran dana desa agar setiap rumah yang belum punya toilet dapat memiliki toilet.
Usaha mereka berhasil: Sejak saat itu, tiap rumah di Kampung Pekandangan sudah memiliki toilet. Efeknya, jumlah kasus warga buang air di sungai pun berkurang drastis hingga saat ini.
Tidak lupa juga, YKPS Tim 10 Way Seputih menghimbau warga Kampung Pekandangan untuk tidak lagi menebang pohon sembarangan ataupun memancing ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan demi kelestarian alam di sekitar mereka.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga sungai kita?” ucap Nasihin.
Menghadapi kasus perusakan Sungai Way Seputih
Tim 10 selalu melakukan advokasi kepada warga Kampung Pekandangan untuk lebih melindungi Sungai Way Seputih. Akan tetapi, hal yang sama belum diterapkan oleh pihak-pihak luar lainnya.
Bulan Agustus 2025 kemarin, YKPS Tim 10 Way Seputih mendapati empat orang warga dari kampung sebelah melakukan penyetruman ikan. Mereka berhasil menangkap para pelaku dan menyita alat-alat penyetruman tersebut, lalu meminta para pelaku untuk menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulanginya lagi dan menebarkan bibit ikan baru.
Merespons kasus tersebut, Nasihin berkata, “Mereka patungan uang untuk membeli bibit ikan yang telah kami sepakati, kemudian kami tebar bibit-bibit tersebut bersama.”
“Saya serahkan proses pemulihan populasi itu pada mereka. Yang penting, apa yang mereka sudah ambil harus mereka kembalikan,” lanjutnya.
Kejadian ini menyadarkan Nasihin bahwa ia dan kawan-kawan YKPS Tim 10 Way Seputih juga perlu mengingatkan kampung-kampung lain untuk ikut serta menjaga kelestarian Sungai Way Seputih.
Ia berkata, “Kami berusaha memberi himbauan kepada kampung-kampung lain agar mereka bisa membuat aturan seperti di Kampung Pekandangan, jadi kita semua menjaga Way Seputih bersama-sama.”
Belajar dan berjuang dari tingkat akar rumput
Seiring Nasihin terlahir dan tumbuh di Kampung Pekandangan, ia semakin menyadari bahwa kondisi lingkungan di sekitarnya semakin tidak membaik. Dari situlah muncul panggilan jiwa yang menggerakkannya untuk membuat perubahan.
Bermodalkan niat dan tekad, Nasihin memulai langkahnya untuk memulihkan Sungai Way Seputih dengan hal-hal terkecil seperti tidak membuang sampah ke sungai dan mengingatkan warga lain untuk melakukan hal yang sama sepertinya.
Dari situ, Nasihin mencari para pemuda yang mau bergerak untuk memulihkan Sungai Way Seputih bersama-sama. Begitu YKPS Tim 10 Way Seputih terbentuk, mereka pun menyebarkan semangat yang sama untuk menggerakkan warga demi tujuan yang sama.
Perjuangan warga Kampung Pekandangan untuk memulihkan Sungai Way Seputih membutuhkan usaha dan tenaga yang besar, serta waktu yang lama. Oleh karena itu, Nasihin berharap usaha konservasi lingkungan mereka dapat didengar oleh banyak orang demi menggerakkan masyarakat lainnya juga untuk melindungi lingkungan.
Nasihin bercerita, “Kami dari YKPS Tim 10 Way Seputih maupun warga Pekandangan bukanlah sosok-sosok PNS, akademisi, ataupun pejabat. Kami adalah masyarakat akar rumput yang belajar hal baru dan mencari bantuan dari pihak-pihak luar karena kami tahu bahwa itulah yang kami perlukan untuk mencapai pemulihan Sungai Way Seputih.”
“Oleh karena itu, semoga saya bisa mengajak kawan-kawan lain untuk ikut berjuang bersama demi menyelamatkan lingkungan kita, baik itu untuk menjaga sesama manusia maupun flora dan fauna lainnya,” pesan Nasihin.