Agustus 28, 2026 3:25 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:25 AM

Kisah Ridzki R. Sigit: Tumbuhkan Rasa Cinta Pada Alam dan Warisan untuk Alam Melalui Jurnalisme

Rasa cinta terhadap alam yang tertanam pada diri sendiri akan selalu bertahan seumur hidup, sekalipun hidup membawa seseorang ke arah tujuan yang bercabang dan beragam. Hal ini dirasakan oleh Ridzki R. Sigit, anggota Kaoem Telapak di Bogor, Jawa Barat.

Juga disapa Ridzki, ia merupakan salah satu sosok yang pertama kali membangun Mongabay Indonesia, sebuah media pemberitaan isu-isu konservasi alam yang berdiri tahun 2012 sebagai cabang internasional pertama milik Mongabay.com.

Di tengah karirnya dengan Mongabay selama 13 tahun lebih ini, ia sekarang menjabat sebagai Direktur Program dan mengorganisasikan divisi yang berisikan 10 orang, termasuk 60 jurnalis kontributor yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia dari Aceh sampai Papua.

“Bisa saya bilang, kami itu dulu seperti ‘kelinci percobaan’ ya. Belum banyak situs berita khusus tentang konservasi alam pada saat itu, jadi kami berusaha menaikkan minat dan kesadaran orang-orang dan media-media tentang isu alam,” kisah Ridzki tentang sejarahnya dengan Mongabay.

Selain di Mongabay, Ridzki juga menjadi pengajar di bidang Ilmu Komunikasi sejak 2015. Minat dan pengalaman hidupnya dengan isu alam ia praktikkan selama mengajarkan para mahasiswa dan membuat jurnal-jurnal penelitian.

Ridzki juga terlibat di sejumlah lembaga lainnya. Ia merupakan pendiri Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara (Rekam Nusantara Foundation) dan ketua Yayasan Non-Timber Forest Products (NTFP) Indonesia.

Dan baru saja di tahun 2025 ini, Ridzki mendirikan Yayasan Aksara dan menjadi ketua untuk organisasi ini yang mendorong partisipasi masyarakat di kawasan konservasi alam, khususnya di kawasan penyangga Taman Nasional Halimun Salak, Jawa Barat-Banten.

Di luar dari profesi-profesi tersebut, Ridzki memiliki beragam hobi. Ia gemar jalan-jalan ke berbagai daerah, fotografi, dan membaca. Kemudian, ia adalah seorang penyelam bersertifikat yang gemar menyelam sambil mengembangkan minatnya dalam fotografi bawah laut.

Terkait profesi dan hobinya, Ridzki berkata, “Semua yang saya kerjakan selama bertahun-tahun, baik itu secara profesional maupun hiburan, selalu berkaitan dengan alam.”

Akar dari kecintaan terhadap alam

Rasa cinta dan penghargaan terhadap alam yang membentuk semua profesi dan hobi Ridzki yang ia jalani sampai saat ini berawal ketika bergabung dengan kelompok pecinta alam Lawalata IPB saat ia berkuliah. Itu pula yang mendasarinya hasratnya ketika bergabung dengan Kaoem Telapak pada tahun 1998, yang saat itu masih bernama Perkumpulan Telapak.

Seiring waktu berlalu, Ridzki semakin terlibat dengan Telapak. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Eksekutif Telapak periode 2004-2006. Kemudian, ia dan para anggota Telapak lainnya mulai mengembangkan Gekko Studio, badan otonom di bawah Telapak yang fokus pada pendokumentasian alam, lingkungan dan budaya pada tahun 2006.

Aspek media di Telapak ini kemudian ia kembangkan dengan merintis berdirinya jejaring Kantor Berita Telapak yang berada di beberapa wilayah, seperti Bogor, Riau, Bengkulu, dan beberapa jaringan kota lainnya.

“Saat kami membuat situs tahun 2008, belum ada teknologi video call yang umum dipakai masyarakat seperti Zoom dan media sosial pun belum terlalu menjamur di kalangan masyarakat umum. Karena itu, kami merasa ada kebutuhan untuk membangun semua ini,” ia bercerita.

Ridzki R. Sigit berwisata di Hunan, Cina. Foto oleh Ridzki

Mendorong keterlibatan rekan-rekan jurnalis

Sebagai Direktur Program Mongabay, Ridzki bekerja untuk mengorganisasikan dan mendorong rekan-rekan kerjanya di bidang jurnalistik dan media sosial, untuk merilis berita tentang topik-topik seperti kehutanan, perkebunan sawit, pertambangan, kelautan, komunitas lokal, Masyarakat Adat, temuan satwa, dan perubahan iklim.

Ridzki bangga dengan karya-karya tersebut dan prestasi yang mereka capai. Ia berkata,

“Banyak karya terbaik yang muncul di Mongabay dan kawan-kawan jurnalis pun banyak yang mendapat program fellowship. Tiap tahun, saya bangga dengan capaian, pengakuan dan penghargaan kepada mereka.”

Hal ini juga ia praktikkan ketika bekerja sama dengan Kaoem Telapak untuk membuat dokumentasi tentang pengelolaan sawit rakyat skala kecil pada tahun 2023. Tulisan para jurnalis itu pun lalu dikompilasi menjadi sebuah buku*.

Warisan manusia sebagai bagian dari alam

Ridzki juga menunjukkan kecintaannya terhadap alam ketika mengajar kepada murid-muridnya. Ia kerap membangun interaksi dua arah antara pengajar dengan mahasiswa melalui ceritanya tentang interaksinya dengan alam.

Selain itu, ia juga kerap mendorong mahasiswa untuk menulis tentang topik-topik ekologi, pembangunan berkelanjutan, seperti ekonomi yang dapat dikembangkan dari pariwisata yang berkelanjutan.

Semua yang Ridzki lakukan hingga saat ini tidak terlepas dari nilai penting yang selalu ia tanamkan:

“Kita adalah bagian dari alam, sehingga kita harus selalu mencari keadilan bagi unsur-unsur alam dan lintas generasi. Itulah salah satu bentuk warisan saya, selain buah pikir ataupun tulisan-tulisan yang sudah pernah tayang,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ridzki berharap bahwa perjuangan demi keadilan ekologis yang telah dijalankan banyak orang ini terus berlangsung. Ia mengedepankan keadilan bagi unsur alam dan regenerasi yang dapat mereka teruskan dari generasi ke generasi.

Ridzki berpesan, “Terlepas dari apa yang kita lakukan maupun tempat kita bekerja, kita bisa selalu berkarya dan memberikan sebuah manfaat bagi alam. Itulah warisan berharga yang harapannya dapat kita ciptakan dan berikan.”

*Tautan untuk download: https://buku-mongabay.my.canva.site/

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.