Agustus 28, 2026 3:25 AM | kaoem@kaoemtelapak.org

Berjuang untuk keadilan ekologi

kaoem@kaoemtelapak.org

Agustus 28, 2026 3:25 AM

Kisah Sarie Wahyuni Ai: Dorong Generasi Muda untuk Bangga Menjadi Petani

Seringkali muncul dorongan dari dalam diri seseorang untuk membuat perubahan positif bagi alam secara naluri, tanpa dorongan dari profesi yang ia kerjakan ataupun orang-orang di sekitar. Itulah yang dirasakan oleh Sarie Wahyuni Ai, anggota Kaoem Telapak di Bogor, Jawa Barat.

Juga dikenal dengan nama Ai, ia telah bergerak di isu-isu seperti lingkungan dan kesejahteraan masyarakat selama lebih dari dua dekade. Nilai-nilai yang ia hayati mendorongnya untuk meningkatkan kepedulian dirinya maupun orang lain tentang produk-produk komersial yang sering dikonsumsi masyarakat, serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap profesi petani yang saat ini masih didominasi orang tua.

Saat ini, Ai bekerja sebagai Direktur Keuangan di TrendAsia, sebuah organisasi yang bergerak di bidang energi bersih. Ia dan rekan-rekan kerja di TrendAsia kerap mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah maupun PLN yang merusak alam, sambil menawarkan beragam solusi energi bersih bagi negara maupun masyarakat umum seperti energi matahari, air, dan angin.

Selain itu, TrendAsia juga punya kedai kopi di daerah Pejaten, Jakarta dan kebun kopi di Cimaung, Kabupaten Bandung. Ai menjelaskan, “Kami berharap usaha ini bisa menggunakan teknologi panel surya skala kecil agar lebih ramah lingkungan.”

Kemudian, Ai juga menjadi Fasilitator untuk Kait Nusantara, sebuah perkumpulan yang fokus pada UMKM untuk belajar ilmu bisnis dasar dan membuka usaha. Perkumpulan yang terbentuk tahun 2019 ini dulunya terbentuk untuk mendampingi para pengrajin rotan di Teluk Sumbang, Kalimantan Timur, kemudian berkembang dan kini bekerja sama dengan Weekend Workshop (WeWo) dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Tidak hanya itu, Kait Nusantara juga memiliki program belajar menulis Narrative Lab untuk membantu korban-korban geothermal di daerah pegunungan untuk membantu mereka menyuarakan aspirasi. Program serupa juga pernah berjalan untuk para tahanan perempuan di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Sukamiskin, Bandung dari tahun 2019-2021.

Ai menceritakan pengalamannya dengan program tersebut, “Program menulis ini sangat membantu banyak orang. Contohnya bagi para perempuan tahanan, menulis bisa menjadi dukungan untuk memulihkan mental mereka.”

“Saking berhasilnya program ini, Rutan Sukamiskin mengajak kami untuk melanjutkan program ini di tahun 2025,” lanjutnya.

Mengelola kebun sayur bersama petani muda

Ai memiliki kebun kopi pribadi di daerah Sarongge, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Masih di daerah yang sama, ia juga mengelola kebun sayur bersama sejumlah petani muda setelah memberikan dorongan dan pengetahuan kepada mereka selama empat tahun agar meningkatkan kepedulian mereka terhadap profesi petani.

Secara sukarela, Ai menggunakan kemampuannya untuk mengajarkan para pemuda di daerah Sarongge tentang bisnis dasar dan cara mengembangkan usaha bertani. Hal ini membantu mereka ketika terjadi pandemi COVID-19.

“Saat pandemi COVID-19, para petani muda ini tidak boleh masuk ke Bogor, jadi saya bantu beri mereka solusi bisnis lain untuk menjual hasil panen ke daerah-daerah lain yang punya potensi terselubung. Mereka berhasil mengarungi pandemi setelah menjual sayur-sayuran mereka ke daerah-daerah seperti Cianjur,” ucapnya.

Berkat pengalaman dan pengetahuan ini, para petani muda tersebut kini memiliki rumah dan lahan pribadi. Ai juga kini melakukan bisnis dengan mereka seperti halnya konsumen dengan penjual.

Berkaca tentang pengalaman ini, Ai berkata, “Saya mengajarkan mereka tentang bisnis, dan mereka mengajarkan saya caranya bertani.”

Sarie Wahyuni Ai menjadi Fasilitator di acara Kait Nusantara ketika masa pandemi COVID-19. Foto oleh Sarie Wahyuni Ai

Cara mendorong minat generasi muda untuk bertani

Usaha Ai dan para pemuda ini untuk mengembangkan bisnis pertanian adalah hasil dari kesadaran dirinya setelah melihat bahwa industri pertanian saat ini masih didominasi oleh orang tua. Sementara itu, belum banyak pemuda yang berminat menjadi petani.

Terkait alasannya, ia berpendapat, “Siklus kerja petani yang umumnya masih bertahan itu hanyalah menanam, memanen, lalu berikan hasil panen ke pengepul. Mereka seringkali pasrah pada harga pasar, sehingga pertanian ini belum bisa berkembang lebih jauh.

“Karena prospek ini secara kasat mata kurang menghasilkan keuntungan yang para pemuda ini inginkan, mereka cenderung lebih memilih bekerja di pabrik atau mencari kerjaan di kota besar,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Ai memikirkan cara mendorong minat para pemuda untuk lebih peduli dengan profesi petani. Salah satu hal yang ia lakukan adalah membandingkan profesi pegawai pabrik dengan petani, utamanya membandingkan gaji pegawai pabrik di daerah mereka dengan beban pekerjaan dan budaya konsumtif di lingkungan pabrik.

Ia menjelaskan, “Banyak pemuda itu hanya melihat angka gaji mentah pegawai pabrik lalu berpikir, ‘Wow gajinya lebih stabil dan lebih besar.’ Tapi, mereka tidak melihat budaya kasbon di sekitar pabrik yang sering terjadi dan dapat mengurangi jumlah pendapatan bersih mereka.”

“Terlebih, pegawai pabrik bekerja selama delapan jam lebih setiap hari kerja. Hal ini jelas berbeda dengan petani yang hanya bekerja 4-5 jam. Kalau jadi petani, mereka bisa menggunakan waktu luang untuk bekerja sampingan di luar dan/atau mengembangkan usahanya,” lanjutnya.

Tingkatkan kepedulian terhadap hal yang kita lakukan dan konsumsi

Usaha Ai untuk mendorong kepedulian terhadap alam dan profesi-profesi yang perlu regenerasi pemuda seperti bertani adalah bentuk nyata dari prinsip hidupnya untuk lebih peduli terhadap hal-hal yang ia kerjakan dan konsumsi.

Selain mendorong petani muda, Ai berusaha untuk mengurangi limbah sampah dari barang-barang yang ia konsumsi. Ia juga sebisa mungkin tidak menggunakan produk-produk berbahan sawit seperti minyak goreng sawit atau make-up berbahan sawit, layaknya pada kampanye Say No to Sawit.

“Hal-hal sederhana seperti ini saya harap dapat memberi dampak yang besar. Yang penting tetap konsisten dengan apa yang saya lakukan ini,” ucapnya.

Satu hal lainnya yang Ai lakukan adalah berhenti mengonsumsi produk-produk dari merek atau perusahaan yang terbukti telah merusak alam, terlepas dari bentuk produknya. Ketika ada kawan yang menawarkan produk tersebut, Ai menolak dan menjelaskan alasannya dengan baik, sehingga kawan-kawannya pun turut memahami alasan tersebut dan ikut terdorong untuk melakukan hal yang sama.

Dari pengalaman ini, Ai menyimpulkan, “Yang terpenting adalah memberi edukasi kepada konsumen. Selama ada orang yang beli, perusahaan ini akan selalu berjalan dan membuat produk tersebut. Karena itu, dengan mendorong konsumen agar tidak membeli, saya pikir hal ini bisa mengurangi motivasi bisnis tersebut untuk terus berjalan.”

Ia juga berpendapat bahwa generasi muda cenderung kurang peduli dengan asal mula produk yang mereka konsumsi, seperti halnya para pemuda di kampung kurang berminat dengan profesi petani karena belum menelusuri potensinya lebih lanjut.

Karena itu, ia ingin meningkatkan rasa kepedulian para generasi muda.

“Semoga saya bisa lebih menggerakkan hati para generasi muda kita,” pesan Ai.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya

Selain tampilan Dekstop, situs ini telah dioptimasi untuk tampilan mobile dan tablet dengan batas margin (LxT) 440 x 956 px dan 1024 x 1366 px. Jika margin situs tidak sesuai, sekiranya dapat melakukan permintaan tampilan Dekstop.