fbpx

Sebuah Harapan Palsu? Sebuah Analisis Tentang Draf Peraturan Baru Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Analisis draf peraturan baru tentang skema sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan Indonesia (Indonesia Sustainable Palm Oil/ISPO), termasuk rancangan Prinsip dan Kriteria (P&K), memperlihatkan bahwa peraturan tersebut masih memiliki kelemahan dan celah yang tidak mendukung peningkatan keberlanjutan sektor kelapa sawit di Indonesia sebagaimana telah diusulkan oleh Pemerintah.





Revisi skema sertifikasi ISPO telah berlangsung sejak 2016 dan telah dilihat sebagai peluang kunci bagi Pemerintah untuk meningkatkan standar perkebunan kelapa sawit di seluruh negeri. Indonesia memiliki 16,38 juta hektar lahan tutupan kelapa sawit1 – merupakan yang terbesar di dunia dan dengan luas setara hampir separuh luas Malaysia. Jutaan lebih hektar lainnya telah dialokasikan untuk lahan kelapa sawit yang belum ditanam, termasuk 1,44 juta hektar di hutan alam. Indonesia nampaknya telah bersiap untuk segera menerbitkan peraturan ISPO yang baru namun lemah, dan melewatkan kesempatan penting untuk meningkatkan keberlanjutan dan kredibilitas dari kelapa sawitnya.


Publication Category:

Campaign:

Tag:

By signing up this email, you are agreeing to receive news, offers, and information from Kaoem Telapak. Click here to visit our Privacy Policy. Easy unsubcribe links are provided in every email.

This website is in the Beta version and ongoing for maintenance. It can be accessed but may experience inconvenience during surfing this website.

This website is in the Beta version and ongoing for maintenance. You can access it but may experience inconvenience during surfing this website.