fbpx

Menu

Pembalakan Liar

Isu Terkait

Tindak Pidana Pencucian Uang

Uji Tuntas Uni Eropa

Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan  dan Pemberantasan Pengrusakan hutan mendefinisikan pembalakan liar sebagai semua kegiatan pemanfaatan hasil hutan kayu secara tidak sah yang terorganisasi. Data dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut jumlah kasus pembalakan liar sepanjang tahun 2015 sampai dengan 2021 sebanyak 681 kasus dengan total volume kayu berjumlah 631.443 meter kubik.

Kaoem Telapak menilai penegakan hukum terhadap pelaku pembalakan liar di Indonesia masih lemah. Hal ini berdasarkan pada hasil riset Kaoem Telapak bersama Enviromental Investigation Agency yang diluncurkan pada tahun 2021. Hasil riset tersebut menyebut lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab utama hilangnya hutan di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Setidaknya 200.000 hektar tutupan hutan menghilang tiap tahunnya di Indonesia.

Abu Meridian, Campaign Leader Kaoem Telapak, menyoroti penegakan hukum pembalakan kayu yang hanya mengeksekusi operator dan perusahaan pengirim asal kayu, sedangkan perusahaan penerima kayu hasil pembalakan liar sering kali bebas dari jerat hukuman.

"Proses (hukum)-nya tidak lanjut sampai ke siapa sebenarnya penerima kayu-kayu tersebut,” kata Abu seperti dilansir oleh voaindonesia.com.

Riset Kaoem Telapak itu pun menyebut bahwa ada 50 perusahaan yang terbukti menjual kayu illegal, baik secara langsung ataupun tidak, namun yang diproses hukum sampai ke jenjang pengadilan kurang dari 10 perusahaan.

Persoalan selanjutnya, tren yang diamati oleh Kaoem Telapak adalah lokasi pembalakan liar mulai bergeser ke arah timur Indonesia. Pembalakan liar di Papua dan Papua Barat mulai marak terjadi.  Sejak 2013, kayu olahan dan gelondongan diselundupkan ke pulau Jawa, kemudian dijual ke luar negeri.

Kita masih menemukan bahwa masih ada pergerakan kayu merbau ini dari wilayah Papua dan Papua Barat, menuju wilayah Surabaya dan kemudian di ekspor ke wilayah-wilayah lain,” ungkap Abu.

Kaoem Telapak berkomitmen untuk selalu aktif melakukan pemantauan, riset, dan juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam melawan kegiatan pembalakan liar.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya