fbpx

Menu

Kaoem Telapak Bersama Jaringan Menerima Kunjungan dari Norad

Oleh: Teguh Iman Affandi

Kaoem Telapak dan Jaringan menerima kunjungan dari Norad, sebuah lembaga  kerja sama pembangunan asal Norwegia, di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, pada 1 – 3 November 2022 lalu.

“Intinya kedatangan Norad ke kelompok binaan Kaoem Telapak, untuk melihat apa saja yang sudah dikerjakan, tantanganya apa saja,” ungkap Indriani Widyawati, Staf Livelihood Kaoem Telapak.

Pengalungan manik-manik oleh Kelompok Salses kepada rombongan tamu

Indri menjelaskan Kaoem Telapak dan Jaringannya bekerja sama dengan Norad dalam program Permata.  Program ini bertujuan untuk mendukung pengakuan hak Masyarakat Adat dan komunitas lokal yang tinggal di wilayah hutan. Permata pun mencoba mendorong agar penerima manfaat mempunyai penghidupan yang berkelanjutan, serta meningkatkan tata kelola lahan yang lebih baik untuk mengatasi persoalan deforestasi dan degradasi lingkungan di Indonesia.

Dalam program Permata, Kaoem Telapak bekerja pada isu penghidupan berkelanjutan. Kaoem Telapak merangkul masyarakat di tiga lokasi di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Tiga lokasi tersebut adalah Kampung Wertam di Distrik Bikar, Kampung Ibe di Distrik Fef, dan Kampung Klabili di Distrik Selenkai.

Pada kunjungan kemarin, Norad berkunjung ke tiga kelompok yang didampingi oleh Kaoem Telapak. Kelompok itu adalah Kelompok Sanggar  Salses, Kelompok Yaf Kayam, dan Kelompok Akabomata.  Di 1 November 2022, Rombongan berkunjung ke Kelompok Salses. Mereka disambut adat Moi dengan prosesi pengalungan manik-manik sebagai tanda selamat datang. Setelah itu, tuan rumah mengajak  para tamu ke Sanggar Salses. Kelompok Salses menjelaskan bagaimana suku Moi memanfaatkan sumber hutan. Setelah itu, para tamu diajak untuk melakukan pengamatan burung.

“Pengamatan burung ini pun mendapat bantuan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tambrauw,” ungkap Indri.

Kunjungan ke kelompok Yaf Kayam

Hari kunjungan kedua, rombongan Norad  berkunjung ke Kelompok Yaf Kayam, Kedatangan mereka disambut dengan Tarian Wor asal Biak. Tuan rumah mengalungkan Noken  dan membasuh kepala para tamu sebagai bentuk penyucian. Kemudian, tuan rumah mengantar para tamu menuju tempat diskusi. Di sana, Kelompok Yaf Kayam menjelaskan apa yang mereka sudah lakukan.

“Di kelompok ini, Norad diajak untuk melakukan pembukaan papan nama, karena Kelompok Yaf Kayam statusnya sudah menjadi Koperasi,” kata Indri.

Setelah pembukaan papan nama, tuan rumah mengajak Norad dan Rombongan ke kebun kolektif milik Yaf Kayam.  Mereka menjelaskan bagaimana Yaf Kayam berkebun. Dalam berkebun, kelompok Yaf Kayam selalu memperhatikan aspek keseimbangan ekologi, tanpa membuka hutan. Komoditas yang biasa di tanam adalah cabai, tomat, bawang merah, dan kacang Panjang.

Peresmian Koperasi Yaf Kayam

Setelah berkeliling kebun, kelompok Yaf Kayam memperlihatkan bagaimana proses pembuatan minyak kelapa. Proses dari mulai pemilihan bahan baku, ekstraksi, pemanasan, sampai dengan proses pengemasan.

Kemudian, tuan rumah mengajak rombongan tamu mengikuti prosesi barapen, sebuah teknik memasak makanan dalam sebuah liang tanah yang ditutupi batu yang sudah dibakar. Pertemuan mereka ditutup dengan diskusi mengenai harapan Yef Kayam di masa depan.

Perjalanan berlanjut ke Kampung Ibe, Distrik Fef. Rombongan bergerak mengunjungi kelompok Akabomata. Kelompok ini merupakan kelompok mama-mama yang fokus pada produksi hasta karya.

“Kelompok Akabomata memanfaatkan hasil hutan bukan kayu,” ujar Indri.  Dia pun menambahkan bahwa Akabomata sudah sering diundang menjadi pelatih atau narasumber terkait program menjahit dan menganyam.

Setelah beraudiensi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat

Keesokan harinya, Kaoem Telapak, Norad, dan Jaringan bertemu dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw. Pertemuan ini sebagai bentuk sosialisasi akan program Permata ke Pemerintah. Hal-hal yang sudah dilakukan Kaoem Telapak bersama mitar lokalnya pun disampaikan pada forum ini.

“Beberapa instansi menyanggupi membantu kerja Kaoem Telapak, khusunya di Tambrauw,” ungkap Indri.

Bagikan
Kategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dengan mendaftarkan email ini, anda setuju untuk menerima seputar berita, tawaran, dan informasi dari Kaoem Telapak. Klik disini untuk mengunjungi Kebijakan Privasi Kami. Tautan untuk berhenti menerima pemberitahuan disedeiakan pada setiap email.

SITUS INI MENGGUNAKAN COOKIE

Beberapa cookie ini penting, sementara yang lain membantu kami meningkatkan pengalaman Anda dengan memberikan wawasan tentang bagaimana situs digunakan.

Untuk detail lebih lanjut atau untuk mengubah pilihan persetujuan Anda kapan saja – lihat Kebijakan Privasi dan Cookie kami

Cookie Dasar

Cookie yang diperlukan mengaktifkan fungsionalitas inti. Situs web tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa cookie ini, dan hanya dapat dinonaktifkan dengan mengubah preferensi browser Anda

Cookie analitik membantu kami meningkatkan situs web kami dengan mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang penggunaannya